SMAN 1 LEPAR PONGOK

Jalan Merdeka No.1 Tanjung Labu, Kec. Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan

"Supervisi Kuat Sekolah Hebat"

Memperingati Hari Kartini 2018

Senin, 02 April 2018 ~ Oleh admin sekolah ~ Dilihat 73 Kali

Hari Kartini jatuh pada hari ini Sabtu 21 April 2018. Selamat hari Kartini. Siapa sosok Kartini dalam hidupmu?

Tanggal 21 April adalah Hari Kartini selalu menjadi salah satu hari yang penting bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi kaum perempuan.

Pasalnya, pada hari ini di tahun 1879, lahirlah seorang gadis kecil dari Jawa, tepatnya di tanah Jepara bernama RA Kartini yang kemudian menjadi tonggak kebangkitan seluruh perempuan Indonesia.

Seperti yang sudah kita ketahui dalam sejarah, Kartini merupakan salah satu pahlawan Indonesia yang menjembatani kebangkitan para perempuan.

Seperti Malala, yang harus berjuang melawan Taliban karena mendorong anak-anak perempuan untuk sekolah.

Kartini pada masa itu pun melakukan hal yang sama. Kartini simbol keberanian Sebagai seorang perempuan Jawa, Kartiki memiliki keberanian luar biasa untuk melawan tradisi yang sebenarnya hanya membelenggu kebebasan para perempuan. Ya, kesetaraan gender sudah menjadi permasalahan sejak dulu.

Jika kalian sudah pernah menonton film Kartini karya sutradara ternama Indonesia, Hanung Bramantyo, dari situlah kita bisa melihat perjuangan sosok Kartini.

Dimana ketika tubuhnya terbelenggu di suatu desa terpencil di wilayah Jepara, tapi pikirannya tetap melayang jauh ke luar.

Dulu, para perempuan hanya diperbolehkan untuk tinggal di rumah.

Memasak, menjahit dan melayani suami.

Pernikahan di usia muda juga sudah terjadi sejak dulu.

Kartini melawan tradisi Sejak kecil, Kartini sudah memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke Belanda.

Karena menurut Kartini, seorang perempuan tetaplah memiliki hak yang sama dengan para pria tentang pendidikan.

Namun pada akhirnya ia hanya harus merasakan pendidikan sampai pada usia 12 tahun.

Tapi keinginan kuat Kartini untuk belajar sudah tak terbendung lagi.

 Dikutip dari laman Kompas, keinginan Kartini untuk melanjutkan pendidikan tinggi ini mendapat dukungan dari sahabat penanya di Eropa yang salah satunya bernama Rosa Abendanon.

Karena seperti yang sudah kita tahu, meski tubuhnya terbelenggu Kartini tetap menjalin hubungan persahabatan yang baik dengan para perempuan di Belanda.

Kartini dikenal sebagai sosok perempuan Indonesia yang memiliki pemikiran maju oleh sejumlah wanita Belanda.

Meski terhalang pernikahan, perjuangan Kartini tak berhenti di situ saja.

Ia menuangkan pemikirannya melalui sejumlah tulisan yang dimuat dalam majalah perempuan di Belanda, De Hollandsche Lelie.

Korespondensi yang dikirim Kartini kepada teman-temannya di Eropa juga dibukukan oleh Jacques Henrij Abendanon yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajaan Hindia Belanda.

Buku berjudul Door Duisternis tot Licht atau Dari Kegelapan Menuju Cahaya ini diterbitkan pada tahun 1922 dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran oleh Balai Pustaka.

Sampai saat ini, Kartini masih menjadi inspirasi bagi para perempuan di Indonesia dan mungkin di seluruh dunia.

Kartini di mata dunia

Sosok kartini sebagai pejuang kesetaraan gender sebelum kemerdekaan telah memberikan inspirasi untuk semua orang.

Termasuk bagi sejumlah perempuan Australia yang tertarik dengan kebudayaan Indonesia.

Seperti yang dilansir Grid.ID dari laman Radio Australia terbitan 22 April 2015, kehadiran sosok Kartini telah menginspirasi seorang wanita Australia bernama Charlotte Corybyn. Charlotte, perempuan Australia yang terinspirasi dengan Kartini 

Charlotte, perempuan Australia yang terinspirasi dengan Kartini

Charlotte adalah mahasiswi Hukum, Politik dan Ilmu Internasional dari Murdoch University.

Ketika berada di Indonesia, Charlotte mengaku terinspirasi dengan sekelompok wanita pekerja di industri garmen yang membentuk Serikat Wanita.

Serikat Wanita memiliki radio khusus wanita yang diberi nama 'Marsinah FM'.

Seperti halnya Kartini, mereka juga memperjuangkan hak-haknya agar disetarakan dan dapat berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan masyarakat.

Nama Marsinah sendiri merupakan nama seorang aktivis dan buruh di sebuah pabrik yang ada di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ia ditemukan tebunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari.

Selamat hari Kartini, teruslah berkarya dan berjuang sebagai perempuan Indonesia generasi penerus Kartini.(*)

Berita Pengumuman Sekilas-info

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

MUZAKKIR ARSYAD

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, atas izin dan karunia Allah akhirnya Website resmi SMAN 1 LEPAR PONGOK dapat kita launching bersama…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Website ini sudah memberikan informasi yang lengkap ?

LIHAT HASIL

TOTAL PENGUNJUNG

Pengunjung hari ini : 10
Total pengunjung : 3394

Hits hari ini : 17
Total hits : 5550

Pengunjung Online : 1